Senin, 03 September 2012

pengantar bisnis


BAB 1
BISNIS DAN LINGKUNGAN BISNIS
Menurut Kustoro Budiarta
A.  PENGERTIAN BISNIS
Secara terminologi, bisnis merupakan suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok.
Pengertian bisnis pernah disampaikan oleh beberapa ahli yaitu :
1.      Steinhoff
Bisnis merupakan seluruh aktivitas yang mencakup pengadaan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan olehy konsumen.
2.      Griffin dan Ebert
Bisnis merupakan aktifitas melalui penyedia barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan laba.
3.      Hugnes dan Kapoor
Bisnis merupakan suatu kegiatan usaha individu yang diorganisasi untuk menghasilkan atau menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
4.      Brown dan Protello
Bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat apabila kebutuhan masyarakat meningkat maka lembaga bisnis inipun akan meningkat pula perkembangannya dalam melayani masyarakat.
Istilah bisnis padaumumnya ditekankan pada tiga hal yaitu :
1.       Usaha perseorangan kecil-kecilan dalam bidang barang dan jasa.
2.      Usaha perusahaan besar
3.      Usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa 
Berdasarkan beberapa pengertian bisnis diatas, diketahui bahwa Produk yang bdihasilkan dan diperdagangkan oleh kegiatan bisnis meliputi :
1.      Tangible goods : barang yang dapat diamati oleh panca indra manusia. Seperti : mobil, motor, televise, dll.
2.      Intangible goods (jasa) : produk yang tidak dapat dilihat secara kasat mata tetapi dapat di rasakan manfaatnya setelah konsumen menggunakan jasa tersebut. Seperti : jasa pengacara, jasa guru, jasa dokter, dll.
Fungsi yang dilakukan oleh aktivitas bisnis dapat dikelompokan ke dalam tiga fungsi dasar yaitu:
1.      Acquiring raw materials ( memproleh bahan baku)
2.      Manufacturing raw material into products, mengolah bahan baku menjadi produk
3.      Distributing products to consumers, produk yang dihasilkan perusahaan didistribusikan kepada konsumen.  
Kegiatan distribusi bermacam-macam :
1.      Bisa melalui perusahaan bisnis lain misalnya distributor, agen, ekspedisi, took, asuransi, dll.
2.      Dilakukan secara langsung oleh produsen kepada konsumen akhir yaitu dengan menggunakan distribusi direct selling seperti yang dilakukan oleh Amway, CNI, Tupperwere, dll.







B.   KLASIFIKASI BISNIS
Pada saat ini pun kebutuhan hidup manusia masih sangat sederhana. Manusia dalam masyarakat primitive baru memiliki kebutuhan ekonomi yang sederhana terutama berupa kebutuhan dasar yang bersifat jasmanih yaitu :
a.       Makan, minum dan pakaian
b.      Kebutuhan akan tempat tinggal                 Semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi
       secara alami. 
c.       Kebutuhan akan istirahat
Dengan perkembangan pola kehidupan ini, maka kebutuhan manusia makin meningkat, yang meliputi :
a.       Kebutuhan jasmaniah : makan, minum, pakaian, rumah dan istirahat.
b.      Kebutuhan rohaniah       : rasa aman, harga diri dan penghiburan.
c.       Kebutuhan sosial            : kasih sayang dari sesame manusia, persahabatan dan pengakuan
                                         orang  lain. 
Secara umum ada Sembilan macam kegiatan bisnis sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) 1997. Kesembilan lapangan usaha tersebut yaitu :
1.      Usaha pertanian
2.      Usaha produksi bahan mentah
3.      Industry atau manufaktur
4.      Konstruksi
5.      Usaha perdagangan besar, eceran, rumah makan dan akomodasi
6.      Usaha angkutan, prgudangan dan komunikasi
7.      Usaha finansial, asuransi dan real estate
8.      Usaha jasa
9.      Usaha yang di lakukan oleh pemerintah


C.   TUJUAN BISNIS
Tujuan bisnis adalah mencari keuntungan untuk memenuhi kbutuhan hidupnya.
Tujuan dari organisasi bisnis pada dasarnya yaitu :
1.      Menghasilkan barang dan jasa secara efisien berbasis pemenuhan kepuasan konsumen (customer satisfaction).
2.      Menciptakan kinerja yang menguntungkan bagi perusahaan melalui aktivitas yang dapat menciptakan nilai bagi perusahaan (value creation).
3.      Melindungi kesehatan dan kesejahtraan karyawan.
4.      Melatih menjadi warga masyarakat yang baik dalam kaitannya dengan masyarakat dalam bertentangan.
5.      Mendukung pelaksanaan hukum dan pemerintah.
6.      Menyediakan pertumbuhan yang sehat bagi perusahaan dan memproleh keuntungan yang sehat pula.
7.      Menjaga kualitas lingkungan melalui operasi perusahaan dan program kemasyarakatan.
Kinerja perusahaan dalam jangka panjang (key result area) meliputi :
1.      Market Standing
2.      Innovation
3.      Physical and Financial Resources
4.      Profitability
5.      Manager Performance and Development
6.      Worker Performance and Attitude
7.      Public Responsibility   




D.  LINGKUNGAN BISNIS
Lingkungan dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat organisasi, kegiatan organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan akan mendorong perubahan pada organisasi.

Lingkungan
organisasi
 

Lingkungan
Internal
Lingkungan
Eksternal
 


Lingkungan yang tidak terkait langsung (Makro)
Lingkungan yang tekait langsung (Mikro)
                                                                                                                    




Pemasok, Pelanggan, Pesaing, Patner, Strategis, Regulator, Pemerintah, Masyarakat Umum
Pemilik Organisasi, Tim Manajemen, Para Anggota atau Para Pekerja, Lingkungan Fisik Organisasi
Intrenasional
Lokal
Internasionl all
Lokal
                         




Gambar 1.1 : Lingkungan Organisasi





Secara umum pihak-pihak yang berkepentingan terhadap organisasi bisnis atau stakeholder dapat dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu :
1.      Internal stakeholder terdiri atas :
ü  Pemilik (Owners)
Pemilik adalah merreka yang secara historis maupunhukum dinyatakan sebagai pemilik akibat adanya pernyataan modal, ide ataupun berdasarkanketentuan lainnya dinyatakan sebagai pemilik organisasi.
ü  Pekerja (Employee)
Pekerja adalah sumber daya manusia dari organisasi atau perusahaan yang bergelut dalam aktivitas oprasional perusahaan dan menjalankan tugas-tugas keseharian organisasi berdasarkan apa yang telah di tetapkan oleh manajemen.
ü  Pengelola (Management)
Tim Manajement adalah orang-orang yang menurut para pemilik organisasi atau perusahaan dinyatakan atau ditunjuk sebagai pengelola organisasi untuk suatu periode tertentu.

2.      Eksternal stakeholder terdiri atas :
ü  Kereditur (Creditor)
Kreditur adalah pihak ketiga yang mempunyai dana lebih dank arena kepercayaannya terhadap suatu organisasi bisnis, mereka mau meminjamkan dana yang dimilikinya atau menginvestasikan dananya untuk kepentingan organisasi bisnis yang bersangkutan.
ü  Pelanggan (Customer)
Pelanggan adalah masyarakat yang secara langsung memanfaatkan, menggunakan, dan mengajukan permintaan atas barang atau jasa yang di tawarkan oleh organisasi.
ü  Pemasok (Suppliers)
Pemasok adalah pihak yang terkait langsung dalam kegiatan bisnis dari sebuah organisasi, khususnya organisasi bisnis yang melakukan kegiatan produksi barang jadi dari berbagai jenis bahan baku.

ü  Pemerintah (Government)
Emerintah adalah pihak yang atas legitimasi politik tertentu di suatu Negara, diangkat dan bertugas untuk mewujudkan masyarakat ke arah yang lebih baik dalam pembangunan di segala bidang.
ü  Pesaing (Competitor)
Pesaing adalah organisasi bisnis lain yang menjalankan bisnis yang sama dengan organisasi yang kita jalankan.
Selain memperhatikan lingkungan bisnis, manajemen selaku pengelola bisnis maupun para pelaku bisnis harus memperhatikan factor iklim bisnis yang ada di skitarnya.
Diantara factor-faktor yang ikut menentukan iklim bisnis adalah :
1.      Investasi
Investasi adalah penggunaan sumber-sumber untuk menciptakan modal baru.
2.      Tabungan
Jumlah yang diputuskan oleh para pekerja untuk ditabung akan menentukan kuat-lemahnya multiplier tersebut.
3.      Pemerintah
Pemerintah dapat berperan sebagai pengelola sistem bisnis.
Tiga persoalan yang selalu mendapat perhatian dari pemerintahmaupun masyarakat Karen adapat mempengaruhi setiap konsumen dalam sistem bisnis yaitu :
1.      Inflasi
Inflasi adalah suatu kenaikan harga-harga barbg dan jasa secara umum dalam perekonomian.
2.      Produktivitas
Produktivitas adalah keluaran barang dan jasa per unit kerja.
3.      Pengangguran
Tinggkat pengangguran di Indonesia tidak dapat ditentukan secara tepat karena sulitnya mendapatkan data yang akurat.


Menurut Ismail Solihin, S.E
Pengertian dan Ruang Lingkup Bisnis
Pengertian Bisnis
Pada saat mendengar kata “bisnis”, ingatkan kita sejenak akan membayangkan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan besar. Lalu apa yang dimaksud dengan bisnis itu sendiri. Menurut Steinhoff, “Business is all those activities involved in providing the good and services needed or desired by people.” Dalam pengertian ini kegiatan bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen.
Fungsi-Fungsi Bisnis
Fungsi merupakan rangkaian pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi tertentu yang dapat dibedakan dengan rangkaian pekerjaan lainnya yang dilakukan oleh organisasi yang berbeda
Menurut Steinhoff, fungsi yang dilakukan oleh aktivitas bisnis dapat dikelompokkan ke dalam tiga fungsi dasar yaitu :
1.      Acquiring raw materials
2.      Manufacturing raw materials into products
3.      Distributing products to consumers
Ruang Lingkup Bisnis
Ruang lingkup bisnis secara umum
Menurut Philip Kotler, produk yang dipasarkan dalam suatu kegiatan bisnis, mencakup 10 entitas produk yaitu :
1.      Informations
2.      Places
3.      Experiences
4.      Organizations
5.      Ideas
6.      People
7.      Properties
8.      Events
9.      Tangible Goods
10.  Services
Ruang Lingkup Bisnis Menurut Lapangan Usaha (Industrial Origin) di Indonesia
Lapangan usaha untuk masing-masing lapangan usaha yang trcantum dalam Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI) adalah sebagai berikut :
1.      Usaha pertanian
2.      Usaha pertambangan dan penggalian
3.      Usaha industry dan pengolahan
4.      Usaha listrik, gas, dan air
5.      Usaha konstruksi
6.      Usaha perdagangan besar, eceran, rumah makan, dan jasa akomodasi
7.      Usaha angkutan, pergudangan, dan komunikasi
8.      Usaha lembaga keuangan, mencakup :
·         Usaha perbankan
·         Usaha lembaga pembiayaan
·         Usaha lembaga-lembaga di pasar modal
·         Usaha asuransi
·         Usaha jasa penunjang asuransi
·         Usaha dana pensiun
·         Usaha pedagang valuta asing
·         Usaha koperasi simpan pinjam
9.      Usaha real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan, jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan
Tujuan Bisnis
Para pelaku bisnis (business actors) merupakan aktivitas bisnis untuk mencapai berbagai tujuan (objectives). Tujuan (objectives) dapat dirumuskan sebagai hasil akhir(end results) yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan.
Dengan demikian, tujuan perusahaan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi/aktivitas fungsional perusahaan9produksi, pemasaran, personalia dan lain-lain) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang (key result area). Key result area suatu perusahaan mencakup :
1.      Market standing
2.      Innovation
3.      Physical and financial resources
4.      Profitadility
5.      Manager performance and development
6.      Worker performance and attitude
7.      Public responsibility

BAB 2
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
SUATU BISNIS
Organisasi bisnis hidup ditengah-tengah masyarakat, kehidupannya tidak dapat lepas daari kehidupan masyarakat. Respon positip masyarakat dapat berupa kesediaan masyarakat untuk membeli produk yang dihasilkannya. Masyarakat membeli produk dan memanfaatkan jasa yang disediakan oleh organisasi bisnis dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu ada suatu tanggungjawab sosial yang dipikul oleh organisasi bisnis.
Menurut AB Carrol ada 4 macam tanggungjawab perusahaan terhadap masyarakat yaitu :
1.      Tanggungjawab ekonomi
2.      Tanggungjawab hukum
3.      Tanggungjawab etika
4.      Tanggungjawab kebijakan 
CIRI-CIRI BISNIS MODERN
Ciri-ciri bisnis modern adalah;
1.      Spesialisasi
2.      Interdependence
3.      Produksi Masal



Oleh sebab itu para pengusaha selalu mencari mencari titik efisiensi yang paling maksimal melalui produksi masal. Produksi masal dengan segala bentuk penghematan dilakukan dengan cara :
1.      Mekanisasi
Yaitu menggunakan mesin serba otomatis dan canggih dengan mengkobinasikan teknologi canggih.  
2.      Spesialisasi
Masing-masing tenaga kerja melakukan pekerjaan yang sudah tertentu sehingga mereka betul-betul ahli dalam bidang tersebut. Akan tetapi sistem spesialisasi mempunyai kelemahan yaitu timbulnya kebosanan pada pekerja sehingga mereka seringkali meninggalkan pekerjaan atau pindah ke perusahaan yang lain.
3.      Standardisasi
Dalam hal ini dibutuhkan ukuran-ukuran standar dari barang-barang yang dihasilkan. Standardisasi ini menimbulkan penghematan dalam pemakaan bahan dan penghematan waktu karena semua barang sudah mempunyai ukuran dan kode-kode tertentu.
4.      Penggunaan Komputer
Penggunaan computer sekarang ini sudah sangat meluas sehingga betul-betul menimbulkan efisiensi tinggkat tinggi.
RESIKO BISNIS
Resiko  bisnis merupakan dampak yang harus ditanggung oleh pelaku bisnis sebagai akibat dari kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang dihadapi,atau antara apa yang sudah direncanakan dengan realisasinya.
Biasanya beberapa resiko yang dipikul oleh bisnis antara lain diakibatkan oleh:
a.       Perubahan Permintaan
b.      Perubahan Konjungtur
c.       Persaingan
d.      Dan lain-lain

KONSUMERISME
Konsumerisme merupakan gerrakan yang menyangkut individu, perusahaan, pemerintah, organisasi-organisasi independen yang berhubungan dengan hak konsumen di pasar. Ada 4 hak konsumen, gerakan ini digagas oleh presiden Kennedy yaitu :
1.      Hak untuk selamat
2.      Hak untuk memperoleh informasi
3.      Hak untuk memilih
4.      Hak untuk didengar
Oleh yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, doktrin diatas dijadikan sebagai landasan kerjanya yang dinamakan sebagai Panca Hak Konsumen yaitu  :
1.      Hak untuk keamanan dan keselamatan
2.      Hak atas informasi
3.      Hak untuk memilih
4.      Hak untuk mendengar
5.      Hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik
Mengelabui konsumen melalui iklan ini dapat kita lihat dalam bentuk :
a.       Pernyataan yang salah (false statement)
b.      Pernyataan yang  menyesatkan (mislead)
c.       Iklan yang berlebihan (puffery)
d.      Pemakaian tiruan (mock ups)
Dalam false statement produsen mengungkapkan faktor-faktor yang tidak benar, misalnya menyatakan suatu  zat ada pada suatu produk padahal tidak atau sebaliknya, mengatakan tidak ada padahal ada penggunaan mislead dapat kita lihat pada iklan beberapa vitamin.
Dalam puffery tujuan iklan adalah penggunaan opini subyektif yang berlebihan tanpa didukung suatu fakta tertentu.
Mock up adalah merupakan tiruan daalam visualisasi iklan.
Pengaturan tentang fraudulent misrepresentation pada bidang periklanan ini di Indonesia belumlah jelas. Tata cara periklanan yang telah diatus hanya terbatas pada makanan, minuman dan obat-obatan. Departemen kesehatan melalui peraturan no 193/1971 antara lain melarang :
a.       Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan pembungkus dan penandaan.
b.      Pemasangan iklan obat yang di anggap memperdayakan atau yang mengundang keterangan yang tendensius.
Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa alas an terjadinya gerakan konsumen adalah :
a.       Adanya ketidak puasan menyeluruh di masyarakat
b.      Barang yang di jual tidak terjamin mutunya, tidak murni dan cacat
c.       Adanya penipuan melalui cara-cara promosi
d.      Jaminan palsu, garansi tidak ditepati
e.       Penipuan dalam penetapan harga
f.       Biaya reparasi mahal dan pekerjaan tidak rutin
g.      Tidak ada tempat untuk mengadukan keluhan-keluhan
h.      Berita  terlalu besar-besaran










PENGELOLAAN RESIKO
Mengelola resiko adalah  sebuah elemen yang sangat penting dalam segala jenis binis.
Menghadapi Resiko Bisnis
Secara umum, berbagai resiko yang mempengaruhikinerja perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Resiko Ekonomi Mikro
1.      Resiko Pembiayaan
2.      Resiko Pendanaan
3.      Resiko Persaingan
4.      Resiko Operasional

b.      Resiko Ekonomi Makro
1.      Resiko Perekonomian
2.      Resiko sosial dan Keamanan
3.      Resiko Kebijakan Moneter dan Fiskal   
ETIKA BISNIS
Etika adalah pengetahuan tentang cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan normalitas yang berlaku secara universal serta implementasi norma dan normalitas untuk menunjang maksud dan tujuan keinginan bisnis.
Etika bisnis juga merupakan penerapan etika secara umum terhadap perilaku bisnis. Secara lebih khusus lagi makna etika bisnis menunjukkan perilaku etis maupun tidak etis yang dilakukan manajer dan karyawan daari suatu organisasi perusahaan.
Etika dalam kegiatan bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasikan uangnya dalam perusahaan dengan konsumen, pegawai, kreditur, saingan dan sebagainya.

ETIKA BISNIS DI PERUSAHAAN
Pelanggaran etika bisnis di perusahaan memang banyak, tetapi upaya untuk menegakan etika perlu digalakkan. Etika bisnis paling gampang diterapkan di perusahaan sendiri. Pemimpin perusahaan memulai langkah ini karena mereka menjadi panutan bagi karyawannya. Selain itu etika bisnis harus dilakukan secara transparan. Etika bisnis tidak akan di langgar jika ada aturan dan sangsi.
Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya trasparan antara lain :
1.      Penegakkan budaya berani bertanggungjawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang mempunyaikesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat.
2.      Ukuran-ukuran yang dipakai untuk  mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan keaadaan dengan atasan, melainkan kinerja.
3.      Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
4.      Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.
MENGAPA BISNIS HARUS ETIS ?
Menurut post dkk (2002:104) terdapat tujuh alasan yang mendorong perusahaan  untuk menjalankan bisnisnya secara etis. Ketujuh alasan tersebut adalah :
Alasan pertama, meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis. Perusahaan yang tidak berhasil dalam menjalankan bisnisnya secara etis akan mengalami sorotan, kritik bahkan hukuman.
Alasan kedua, agar perusahaan dan para pekerjanya tidak melakukan berbagai tindakan yang menyebabkan stakeholder lainya.
Alasan  ketiga, penerapan etika bisnis di perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Alasan keempat, penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji dan menolak suap dapat meningkatkan kualitas hubungan bisnis di antara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
Alasan kelima, agar perusahaan terhindar dari penyalahgunaan yang dilakukan karyawan maupun competitor yang bertindak tidak etis.
Alasan keenam, penerapan etika bisnis secara baik dalam perusahaan dapat menghindarkan kejadiannya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja.
Alasan ketujuh, perusahan perlu menerapkan etika bisnis dalam menjalankan usahanya adalah untuk mencegah agar perusahan tidak memperoleh sanksi hukum karena telah menjalankan bisnis secara tidak etis.
Dalam menciptakan etika  bisnis, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, antara lain ialah :
1.      Pengendalian diri
2.      Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3.      Memepertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.      Menciptakan persaingan yang sehat
5.      Menerapkan konsep “ pembanggunan berkelanjutan”
6.      Menghindari sifat 5K (katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi dan komisi)
7.      Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.      Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9.      Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah di sepakati bersama
10.  Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.  Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Menurut Ismail solihin, S.E
Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Pengertian Stakeholders Perusahaan
Stakeholders adalah kumpulan individu maupun lembaga yang memiliki kepemilikan, tuntutan, kepentingan terhadap organisasi perusahaan dan di pengaruhi oleh keputusan dan berbagai tindakan yang dilakukan organisasi perusahaan.
Klasifikasi Stakeholders
Berdasarkan kedudukan stakeholders dalam pengelolaan perusahaan, Jones membagi stakeholders kedalam dua kategori yaitu:
1.      Insaide stakeholders
2.      Outside stakeholders
Sedangkan dalam kaitannya dengan aktivitas yang dilakukan perusahaan, post et al,membagi stakeholders perusahaan ke dalam dua katagori, yaitu:
1.      Primary stakeholders
2.      Secondary stakeholders
Pembagian Stakeholders Berdasrkan Kedudukan Stakeholders dalam pengelolaan Perusahaan
Bersarkan pengelopokan ini, stakeholders dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu :
1.      Insaide stakeholders
Yang termasuk ke dalam kategori insaide stakeholders adalah :
a.       Pemegang Saham (shareholders)
b.      Para manajer (managers)
c.       Karyawan (workforce)
2.      Outside stakeholders
Yang termasuk ke dalam kategori outside stakeholders adalah :
a.       Pelanggan (customers)
b.      Pemasok(suppliers)
c.       Pemerintah (government)
d.      Serikat pekerja (unions)
e.       Komunitas lokal (local communities)
f.       Masyarakat umum (general public)
Pembagian Stakehholders Berdasarkan Aktivitas Perusahaan
Berdasarkan aktivitas perusahaan tersebut, stakeholders dapat dibagi kedalam dua kategori, yaitu:
1.      Primary stakeholders
Yang termasuk ke dalam kategori primary stakeholders adalah :
a.       Investor
b.      Kreditor
c.       Karyawan
d.      Pemasok
e.       Saluran pemasaran
f.       Pelanggan
2.      Secondary stakeholders
Yang termasuk ke dalam kategori secondary stakeholders adalah :
a.       Masyarakat umum
b.      Berbagai tingkat pemerintahan
c.       Kelompok aktivis sosial
d.      Media
e.       Masyarakat lokal
f.       Investasi asing
Etika Bisnis
Pengertian Etika
Etika (ethics) merupakan suatu konsepsi mengenai tindakan yang benar dan salah. Etika memberikan panduan apakah suatu perilaku tertentu dapat digolongkan sebagai perilaku yang bermoral atau tidak bermoral.
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan penerapan etika secara umum terhadap perilaku bisnis. Secara lebih khusus lagi makna etika bisnis menunjukkan perilaku etis maupun tidak etis yang dilakukan manajer dan karyawan dari suatu organisasi perusahaan.
Mengapa Bisnis Harus Etis?
Menurut post et al (2002:104) terdapat tujuh alasan yang mendorong perusahaan  untuk menjalankan bisnisnya secara etis.
Alasan pertama, meningkatnya harapan publik agar perusahaan menjalankan bisnisnya secara etis. Perusahaan yang tidak berhasil dalam menjalankan bisnisnya secara etis akan mengalami sorotan, kritik bahkan hukuman.
Alasan kedua, mengapa perusahaan dan para pekerjanya harus bertindak secara etis dalah agar mereka tidak melakukan berbagai tindakan yang membahayakan stakeholders lainnya.
Alasan  ketiga, penerapan etika bisnis di perusahaan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Alasan keempat, penerapan etika bisnis seperti kejujuran, menepati janji dan menolak suap dapat meningkatkan kualitas hubungan bisnis di antara dua pihak yang melakukan hubungan bisnis.
Alasan kelima, mengapa perusahaan perlu mendorong penerapan etika bisnis adalah agar perusahaan terhindar dari penyalahgunaan yang dilakukan karyawan maupun kompetitor yang bertindak tidak etis.
Alasan keenam, penerapan etika bisnis secara baik dalam  suatu perusahaan dapat menghindarkan terjadinya pelanggaran hak-hak pekerja oleh pemberi kerja (employers).
Alasan ketujuh, perusahan perlu menerapkan etika bisnis dalam menjalankan usahanya adalah untuk mencegah agar perusahan (yang diwakili para pimpinan) tidak memperoleh sanksi hukum karena telah menjalankan bisnis secara tidak etis.  
Etika Bisnis pada Berbagai Fungsi Perusahaan
Berikut ini berbagai permasalahan etika yang terjadi dibeberapa bidang fungsional perusahaan, yaitu :
1.      Etika di bidang akuntansi (accounting ethics)
2.      Etika di bidang keuangan (financial athics)
3.      Etika di bidang produksi dan pemasaran (production and marketing ethics)
4.      Etika dibidang teknologi informasi (information technology ethics)
Faktor-faktor yang Mendorong Timbulnya Masalah Etika Bisnis
Post, et al., (2002:112-113) menguraikan empat faktor yang umumnya menjadi timbulnya masalah etika bisnis diperusahaan, yaitu :
1.      Mengejar keuntungan dan kepentingan peribadi (personal gain and selfish interest)
2.      Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)
3.      Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs personal values)
4.      Pertentangan etikaintas budaya (cross-cultural contradiction)
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Jenis-jenis Tanggung Jawab Perusahaan
Dalam konteks aktivitas perusahaan, saat ini perusahaan dihadapkan kepada tiga jenis responsibility(Post, et al.,2002:69), yaitu  :
1.      Economic responsibility
2.      Legal responsibility
3.      Sosial responsibility
Pengertian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap berbagai tindakan perusahaan yang memengaruhi manusia, komunitas, maupun lingkungan secara umum. (Post, et al, 2002:58).



BAB 3
BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

BADAN USAHA DAN PERUSAHAAN
Dari segi tempat kediaman dapat dilihat bahwa tempat kedudukan badan usaha mementingkan segi-segi yuridis dan tempat kediaman perusahaan mementingkan segi ekonomis.
Dari sudut ekonomis, perusahaan adalah suatu kumpulan atau kerja sama antara faktor-faktor produksi untuk menciptakan barang baru atau utility baru yang dapat diterima masyarakat dengan tujuan memperoleh laba.
Oleh karena itu, suatu organisai baru dapat dikatakan sebagai perusahaanbila memenuhi beberapa syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut adalah :
1.      Organisai itu harus bertujuan mencari laba dalam segala kegiatanya
2.      Tujuan mencari laba adalah bukan secara insidental tetapi menjadi tujuan utama dan berlangsung selama umur organisasi itu
3.      Laba diperoleh dengan kegiatan mengkoordinasikan faktor-faktor produksi dalam pertandingan kuantitatif secara berkeseimbangan sampai menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kepentingan masyarakatnya
4.      Organisasi itu dalam menjalankan kegiatannya harus memiliki tempat kedudukan geografis secara jelas dan nyata. Dengan kata lain memiliki lokasi geografis dengan alamat yang jelas dan lengkap.



BENTUK BADAN USAHA
Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki satu individu. Dalam perakteknya bentuk badan usaha ini kebanyakan merupakan perusahaan keluarga.

Ciri  dan sifat Perusahaan perseorangan :

1.      Relatif mudah didirikan dan juga mudah dibubarkan
2.      Tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
3.      Tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
4.      Seluruh keuntungan dinikmati sendiri
5.      Sulit mengatur roda perusahaan karena di atur sendiri
6.      Keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
7.      Jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
8.      Sewaktu – waktu dapat dipindah tangankan
Kebaikan perusahaan perseorangan :
·         Mendiikanya mudah
·         Seluruh laba yang diperoleh diterima oleh pemiliknya
·         Pemilik dapat memimpin sendiri sehingga dapat mengambil keputusan
·         Pemilik dapat mengembangkan dan melaksanakan ide dan inisiatifnya secara bebas
·         Kredit mudah diperoleh Karena seluruh kekayaan dapat digunakan sebagai jaminan
·         Rahasia perusahan tidak mudah di ketahui oleh pihak lain.
                       

Kelemaha perusahaan perseorangan :                                                                    
·         Modal usaha terbatas sehingga luas usaha tersebut
·         Tanggung jawab pemilik tidak terbatas
·         Kualitas manajerial dan kualitas pekerja terbatas
·         Kelangsungan operasi perusahaan terbatas  
·         Seluruh kerugian hanya ditanggung seorang.
   Perusahaan Perkongsian 
            Ciri utama dari perusahaan perkongsian pada umumnya tidak banyak berbeda dengan perusahaan perseorangan.
Perusahan perkongsian dapat di bedakan  kepada dua bentuk yaitu :
1.      Perkongsian umum adalah jenis usaha bersama di mana setiap kongsinya secara aktif turut menjalankan  kegiatan usaha dan sepenuhnya bertanggungjawab kepada utang dan tanggungjawab lain yang ditanggung perusahaan.
2.       Perkongsian terbatas adalah usaha milik beberapa orang akan tetapi hanya seorang atau sebagian kongsi saja yang bertindak sebagai general partner.
 Yang dimaksud general partner disini adalah anggota perkongsian yang menjalankan kegiatan perusahaan dan sepenuhnya bertanggung jawab atas utang perusahaan. Tanggungjawab general partner tidak terbatas. Tanggungjawabnya hanya terbatas kepada saham kongsi yang ditanamkannya (limited liability) dan karena cirri ini mereka juga sering disebut limited partner.
  Perusahaan persekutuan adalah badan usaha yang di miliki oleh dua orang atau lebih yang secara bersama-sama kerja sama untuk mencapai tujun bisni. Berikut adalah perusahaan perkongsian :
1.      Firma
Firma adalah suatu bentuk persekutuan bisnis yang terdiri dari dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggungjawabnya terbagi rata tidak terbatas setiap pada setiap pemiliknya.

Ciri dan sifat Firma :

1.      Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi.
2.      Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
3.      Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya
4.      Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
5.      Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
6.      Pendiriannya tidak memerlukan akte pendirian
7.      Mudah memperoleh kredit usaha

2.                  Perusahaan Komanditer/CV/ (commanditer Vennootschap)
CV adalah suatu bentuk usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda diantara anggotanya.s
Ciri dan sifat CV :

1.      Sulit untuk menarik modal yang telah di setor
2.      Modal besar karena didirikan oleh banyak pihak
3.      Mudah mendapatkan kredit pinjaman
4.      Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
5.      Relatif mudah untuk didirikan
6.      Kelangsungan hidup perusahaan CV tidak menentu
Kelebihan perusahaaan perkongsian :
1.      Mudah didirikan
2.      Modal usaha relative sedikit
3.      Pengelolaan usahanya relative lebih fleksibel dan lebih bebas
Keistimewaan dari perusahaan perkongsian :
1.      Lebih banyak modal dapat di kumpulkan
2.      Lebih banyak keahlian diperoleh
3.      Umur usaha lebih panjang
Kelemahan perusahaan perkongsian :
1.      Tanggungjawabnya yang tidak terbatas
2.      Sukar memperoleh modal
3.      Kemungkinan berlakunya perselisihan dan kesalahpahaman diantara anggota perkongsian.

Perusahaan Perseroan Terbatas

Perusahaan Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirkan sebagai suatu institusi berbadan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akte notaries, dimana suatu dokumen dikemukakan yang pada dasarnya menerangkan mengenai tujuan pendiriannya, saham yang dikeluarkan, usaha yang dijalankan dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan perusahaan yang didirikan.

Ciri dan sifat PT :

1.      Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi 
2.      Modal dan ukuran perusahaan besar
3.      Kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham
4.      Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
5.      Kepemilikan mudah berpindah tangan
6.       Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
7.      Keuntungan di bagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
8.      Kekuatan dewan direksi lebih besar dari pada kekuatan pemegang saham
9.      Sulit untuk membubarkan PT
10.  Pajak bergantung pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden

Saham yang dikeluarkan oleh suatu perseroan terbatas pada pokoknya dapat di golongkan ke dalam dua jenis saham yaitu :
1.      Saham biasa ( common stock)
2.      Saham istimewa (preferred stock)
Hak-hai istimewa yang ada pada pemegang saham preferen ini adalah sebagai berikut :
1.      Pembagian deviden yang didahulukan
2.      Pembagian deviden kumulatif
3.      Pembagian kekayaan yang di dahulukan
Kebaikan perseroan terbatas :
·         Tanggungjawab terbatas
·         Saham perusahaan mudah ditunaikan
·         Lebih mudah memperoleh modal
·         Pengelolaannya lebih professional
Kelemahan perseroan terbatas :
·      Pendiriannya lebih kompleks
·      Dua kali membayar pajak
·      Peraturan yang harus dipatuhi lebih banyak
·     Sukar merahasiakan kegiatan perusahaan
·     Dapat mengurangi motivasi pekerja






Jenis/Macam Perserooan Terbatas (PT) yang ada di Indonesia
1.      Perseroan Terbatas / PT Tertutup
PT tertutup adalah perseroan terbatas yang saham perusahaannya hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu yang telah di tentukan dan tidak menerima pemodal dari luar secara sembarangan.
2.      Perseroan Terbatas / PT Terbuka
PT Terbuka adalah jenis PT di mna saham-saham perusahaan tersebut boleh di beli dan di miliki oleh semua orang tanpa terkecuali sehingga sangat mudah untuk diperjuual belikan ke masyarakat.
3.      Perseroan Terbatas / PT Domestik
PT Domestik adalah PT yang berdiri dan menjalankan kegiatan operasional di dalam negeri sesuai aturan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia. 
4.      Perseroan Terbatas / PT Asing
PT Asing adalah PT yang didirikan di Negara lain dengan aturan dan hokum yang berlaku di Negara tempat PT itu didirikan.
5.      Perseroan Terbatas / PT Perseorangan
PT Perseorangan adalah PT yang sahamnya telah di keluarkan hanya dimiliki oleh satu orang saja.
6.      Perseroan Terbatas / PT Umum / PT Publik
PT Publik adalah PT yang kepemilikan saham bebas oleh siapa saja dan juga terdaftar di bursa efek.  






BEBERAPA BADAN USAHA LAIN
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Perusahan pemerintah dapat di golongkan kepada dua golongan utama: perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan perusahaan daerah.
Perusahaan yang didirikan oleh pemerintah pusat dapat di bedakan dalam beberapa bentuk badan usaha, seperti ;
1.      Perusahaan Jawatan atau PERJAN
2.      Perusahaan Umum atau PERUM
3.      Perusahaan Perseroan Terbatas Milik Negara
Koperasi
Koperasi merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama.
Koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum yang memmberikan kebebasan keluar atau masuk sebagai anggota, dengan bekerja sama secara kekeluargaan, menjalankan usahanya untuk mempertinggi kesejahteraan jasmani dan anggotanya.  
Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi Indonesia yang melandasi aktifitas koperasi di Indonesia.
1.      Landasan Idiil = Pancasila
2.      Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
3.      Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1
Unsur-unsur yang terkandung dalam koperasi :
1.      Berdasarkan kekeluargaan atau gotong-royong
2.      Bertujuan untuk mengembangkan kesejahteraan anggotanya, kesejahteraan masyarakat dan daerah
3.      Keanggotaan koperasi bersifat sukarela atau atas dasar kekeluargaan
4.      Pembagian hasil usaha didasarkan atas keseimbangan jasa
5.      Kekuasaan tertinggi dalam kehidupan koperasi berada ditangan rapat anggota
6.      Berusaha :
1.      Mendidik anggotanya kearah kesadaran berkoperasi
2.      Menyelenggarakan salah satu atau beberapa usaha dalam lapangan perekonomian
3.      Mewajibkan dan menggiatkan anggotannya untuk menyimpan secara teratur.
A.    Fungsi Koperasi / Koprasi
1.      Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian Indonesia
2.      Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi Indonesia
3.      Untuk meningkatkan kesejahteraan warga Negara Indonesia
4.      Memperkokoh perekonomian rakyat Indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
B.     Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
1.      Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat Indonesia
2.      Mengembangkan demokrasi ekonomi di Indonesia
3.      Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada.

Unsure Elemen Anggota Pengelola Koperasi
1.      Anggota Koperasi
Anggota koperasi adalah merupakan individu-individu atau koperasi-koperasi yang menjadi bagian dari koperasi tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah di tentukan.
2.      Pengurus Koperasi
Pengurus koperasi adalah orang-orang yang dipilih untuk masa jabatan paling lama lima tahun sesuai dengan anggaran koperasi.
3.      Rapat Anggota
Rapat anggota adalah pihak yang memegang kekuasaan yang paling tinggi dalam struktur organisasi koperasi.
4.      Badan Pemeriksa Koperasi
Badan pemeriksa koperasi adalah suatu jabatan pada koperasi yang anggotanya dipilih dari anggota koperasi dan tidak boleh merangkap jabatan lain pada koperasi tersebut.


Karakteristik Koperasi
1.      Koperasi merupakan organisasi ekonomi yang sifat utamanya adalah kumpulan orang-orang.
2.      Pemilik koperasi adalah para anggota yang membayar simpanan pokok an simpanan wajib.
3.      Keanggotaan koperasi dipecat jika menyimpang dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi atau meninggal dunia.
4.      Keanggotaan koperasi tidak dapat diwariskan kepada orang lain.
Macam Kontribusi dalam Koperasi
1.      Simpanan Pokok
2.      Simpanan Wajib
3.      Simpanan Sukarela
Macam Koperasi
1.      Koperasi Primer
2.      Koperasi Pusat
3.      Koperasi gabungan
4.      Induk koperasi
Menurut sifat usahanya koperasi dibedakan dalam :
1.      Koperasi simpan pinjam
2.      Koperasi produksi
3.      Koperasi konsumsi
4.      Koperasi karyawan
5.      Koperasi pegawai negeri
6.      Koperasi mahasiswan
7.      Koperasi siswa


Badan Usaha Yang Bukan Mencari Keuntungan
Dalam setiap perekonomian akan terdapatorganisasi yang melakukan kegiatan seperti perusahaan, tetapi tujuan utamanya bukanlah mencari keuntungan dari usaha tersebut. Keuntungan yang diperoleh biasanya digunakan kembali untuk mengembangkan usahanya. Di Indonesia, organisasi yang seperti ini terutama di dua bidang yang cukup popular : pendidikan dan rumah sakit.
Usaha lain yang juga banyak terdapat di Indonesia yang dapat digolongkan sebagai organisasi usaha yang tidak mencari keuntungan adalah panti asuhanyatim-piatu.  

















BAB 4
Pemilihan Lokasi Perusahaan
Pentingnya Lokasi Perusahaan
Perkembangan perusahaan terkadang sangat tergantung pada lokasi perusahaan. Lokasi perusahaan pada daerah yang strategis akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Karena dengan lokasi yang strategis tersebut, perusahaan akan membantu untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam menentukan lokasi perusahaan, para pelaku bisnis dapat mempertimbangkan  berbagai factor baik internal maupun  eksternal.
Terdapat beberapa kecendrungan dalam pemilihan lokasi badan usaha maupun perusahaan. Kecendrungan tersebut antara lain :
a.       Pemilihan lokasi di luar kota, di pinggiran kota atau di kota yang lebih kecil.
b.      Pemilihan pada lokasi tertentu yang dirasakan sangat menguntungkan.
c.       Kecendrungan ketiga adalah adanya deglomerasi
d.      Kecenderungan keempat adalah pemilihan lokasi yang terikat oleh rencana pengembangan kota ( city planning) atau pengembangan wilayah.
e.       Kecendrungan kelima adalah pemilihan lokasi yang terikat pada kemungkinan pengelolaan libah atau pengendalian polusi yang akan terjadi oleh perusahaan yang akan didirikan
Letak Perusahaan
Letak perusahaan secara ekonomis menunjukkan tempat dimana perusahaan akan melakukan proses produksi untuk menciptakan laba. Secara umum terdapat 4 jenis letak perusahaan yang dapat dipertimbangkan sebagai dasar dalam melakukan operasional. Keempat jenis letak perusahaan tersebut yaitu :
1.      Letak perusahaan yang terikat pada alam
2.      Letak sejarah berdasarkan sejarah
3.      Letak perusahaan yang ditetapkan oleh pemerintah
4.      Letak perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi  
Faktor-faktor tersebut antara lain :
1.      Dekat dengan bahan baku
2.      Dekat dengan konsumen atau pasar
3.      Dekat dengan tenaga kerja
4.      Dekat dengan penyedia sumber tenaga / energi
5.      Iklim
6.      Ongkos Transpor
7.      Besarnya suplay modal
Cara Penentuan Lokasi Perusahaan
Untuk menentukan lokasi perusahaan, terdapat dua macam yaitu:
1.      Cara kualitatif
2.      Cara kuantitatif 
Penetapan Lokasi Perusahaan Menurut Alfred Weber
Dalam teorinya Wber mengemukakan bahwa ada dua factor yang mempengaruhi penetapan lokasi perusahaan :
1.      Biaya pengangkutan
2.      Biaya tenaga kerja      







BAB 5
PENGELOLAAN BADAN USAHA 
Pengertian Manajemen
Manajemen sering diartikan sebagai kumpulan manajer-manajer atau pimpinan perusahaan dalam suatu organisasi perusahaan.
Manajemen sebagai Ilmu dan seni
·         Manajemen sebagai seni dapat dilihat melalui pengalaman dalam menghadapi kasus-kasus dan intuisi.
·         Manajemen sebagai sains dapat dipelajari melalui pendidikan dan pelatihan. 
Teori Manajemen
Manajemen Ilmiah
Manajemen ilmiah menurut Taylor adalah penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah :
1.      Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsure pekerjaan seseorang.
2.      Secara ilmiah
3.      Bekerja sama lah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja
4.      Bagilah pekerjaan dan tanggunjawab secarahampir merata antara manajemen dan pekerja.
Teori Administrasi Umum
Teori administrasi umum adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagai mana caraa membentuk praktik manajemen yang baik.


Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif seperti statistic, model optimasi, model informasi, atau simulasi computer untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan.
Fungsi-Fungsi Manajemen  
Fungsi manajemen adalah berbagai jenis tugas atau kegiatan manajemen yang mempunyai peranan khas dan bersifat saling menunjang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Fungsi manajemen terdiri dari :
1.      Fungsi Perencanaan (planning)
2.      Fungsi Pengorganisasian (organizing)
3.      Fungsi Pengarahan (directing)
4.      Fungsi Penawaran (controlling) 
Prinsip Manajemen
Menurut Henry Fayol, Prinsip-Prinsip manajemen terdiri dari empat belas macam yaitu :
1.      Pembagian kerja yang berimbang
2.      Pemberian kewenangan dan rasa tanggungjawab yang tegas dan jelas
3.      Disiplin
4.      Kesatuan perintah
5.      Kesatuan arah
6.      Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi
7.      Pengajiian
8.      Pemusatan wewenang (sentralisasi)
9.      Jenjang jabatan (hirarki)
10.  Tata tertib
11.  Keadilan
12.  Pemantapan jabatan
13.  Prakarsa
14.  Solidaritas atau rasa setia kawan

Peran Manajer
Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain :
1.      Manajer berperan sebagai komunikator
2.      Manajer sebagai sumber informasi
3.      Manajer sebagai pembuat keputusan
Selain manajemen dapat dilihat secara fungsional, manajemen dapat pula dilihat secara operasional, yaitu bagaimana secara operasional tugas manajemen di distribusikan di antara manajer :
1.      Manajemen produksi
2.      Manajemen sumber daya manusia
3.      Manajemen pemasaran
4.      Manajemen keuangan
5.      Manajemen administrasi dan informasi
Jenjang Manajemen dan Keahlian Yang Diperlukan
Ada beberapa tingkatan manajemen :
1.      Manajemen Tingkat Puncak (Top Management)
Terdiri dari :
a.       Direktur utama
b.      Presiden direktur
c.       Wakil direktur
2.      Manajemen Tingkat Menengah (middle Management)
Terdiri dari :
a.       Manajer fungsional
b.      Kepala divisi atau departemen
c.       Kepala cabang
3.      Manajemen Supervisi atau tingkat pertama (Supervisory of first line management)
Terdiri dari para supervisor dan ketua kelompok
4.      Manajemen Non Supervisi (non supervisory management)
Terdiri atas para tenaga kerja tingkat bawah seperti buruh, pekerja bangunan dan lainnya.
Keahlian Yang Diperlukan 
Manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar yaitu :
1.      Keahlian Konseptual (Conceptual Skill)
2.      Keahlian Teknis (Technical Skill)
3.      Keahlain berhubungan dengan orang lain (Human Skill)
Beberapa keahlian lain saat ini juga menjadi keahlian yang dipelukan  dalam manajemen atau pengelolaan bisnis, terutama jika dikatakan dengan persaingan isnis global. Di antara keahlian tersebut adalah :
1.      Keahlian dalam pengambilan keputusan (decision making skill)
2.      Keahlian dalam mengelola waktu (time management skill)
3.      Keahlian dalam manajemen global (global management skill)
4.      Keahlian dalam hal teknologi (technological skill)










BAB 6
Potensi Bisnis Dan Kewirausahaan
Bentuk Bisnis Kecil
Pengertian yang diberikan oleh Committee for economic development, yang mengemukakan cirri-ciri sebuah bisnis kecil adalah :
a.       Manajemennya dilakukan secara bebas dan biasanya pemilik langsung menjadi manajer.
b.      Modal berasal dari pemilik atau kelompok
c.       Daerah operasinya bersifat lokal dan si pemilik bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi bisnis.
d.      Dalam hal usaha industry ukuran besar dan kecil itu sangat radial.
Kegiatan bisnis kecil yang bergerak dalam bidang perdangangan dapat diklasifikasikan secara garis besarnya yaitu :
a.       Skala besar, dengan modal lebih dari Rp. 200 juta
b.      Skala menengah dengan modal Rp. 25 juta – Rp. 100 juta
c.       Skala kecil di bawah 25 juta
Perbandingan antara bisnis kecil vs bisnis besar :
Bisnis Kecil
Bisnis Besar
Umumnya pemilik jadi manager
Daerah operasi lokal
Pemilik intim dengan karyawan
Banyak kegagalan
Pemilik serba bisa
Manajer bukan pemilik
Ragional atau nasional Organisasi kompleks
Pemilik tidak kenal karyawan
Jarang yang gagal
Manajemen spesialis


Resiko Bisnis Kecil
·         Bisnis kecil kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi.
·         Banyak bisnis kevil tidak sanggup menemukan usahanya karena alasan-alasan.
·         Dari sekian banyak usaha maka usaha dibidang perdagangan eceeran paling banyak mengalami kegagalan.
·         Kurangnya ketrampilan manajemen
·         Unsur-unsur ketidak mampuan manajemen ini dapat diperinci sebagai berikut :
a.       Modal kurang mencukupi
b.      Lokasi kurang menguntungkan
c.       Membeli barabg terlalu banyak
d.      Kurang mengawasi persedian barang
e.       Keadaan ekonomi kurang menguntungkan
f.       Pengeluaran dan tanggungan biaya terlalu besar
g.      Mengambil kredit tidak penuh perhitungan
h.      Tidak mengadakan pembukuan yang baik
i.        Mengadakan ekspansi terlalu berlebihan
j.        Tanggungan biaya tetap telalu besar.
Kewirausahaan
Banyak ahli berpendapat yang tidak sama mengenai kewirausahaan. Meskipun banyak rumusan yang berbeda mengenai kewirausahaan, tetapi dari rumusan tersebut dapat di peroleh beberapa kesamaan unsur-unsur yang membentuk pengertian kewirausahaan sekaligus menjadi karakteristik dari kewirausahaan. Karakteristik kewirausahaan tersebut mencakup :
1.      Kreativitas dan inovasi
2.      Pengumpulan sumber daya dan pendirian suatu organisasi 
3.      Mencari keuntungan dan pertumbuhan usaha dengan dibiayai resiko dan ketidak pastian




Peranan Kewirausahaan Dalam Pengembangan Usaha
Kewirausahaan menurut Yudo Husodo memandang kewirausahaan sebagai salah satu unsure penting bagi pengembangan perusahaan yang baik. Menurutnya agar perusahaan dapat berkembang dengan baik maka perusahaan tersebut harus mempunyai beberapa unsure, yaitu :
1.      Harus ada innovator
2.      Adanya businessman
3.      Entrepreneur
4.      Harus ada manajer
5.      Harus ada expert 
Tahap-Tahap Pengembangan Usaha
Dalam melakukan kegiatan pengembangan usaha, seorang wirausahawan pada umumnya akan melakukan pengembangan kegiatan usaha tersebut melalui tahap-tahap pengembangan usaha yaitu :
1.      Memiliki ide usaha
2.      Penyaringan ide/ Konsep Usaha
3.      Pengembangan Rencana usaha (business plan)
4.      Implementasi Rencana Usaha dan Pengendalian Usaha
Mentalitas Wirausahawan
Masih banyak factor lain yang turut menentukan apakah seseorang bisa menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Beberapa di antaranya adalah :
1.      Kreatif dan Inovatif
2.      Confident, tegar dan ulet
3.      Pekerja Keras
4.      Pola Pikir Multi-tasking
5.      Mampu Menahan Nafsu untuk Cepat Menjadi Kaya
6.      Berani Mengambil Resiko
7.      Faktor  Lainnya



Ciri-Ciri Wirausaha Yang Berhasil
Seorang wirausahawan yang efektif dan sukses akan mempunyai beberapa sifat dan ciri keperibadian, yaitu :
1.      Percaya diri
2.      Berorientasikan kemanusiaan
3.      Berorientasikan tugas dan keputusan
4.      Sikap keaslian ide dan kreatif
5.      Berorientasikan masa depan bersedia mengambil resiko
6.      Kemampuan membuat keputusan
7.      Berorientasikan perencanaan
8.      Kemampuan mendirikan perusahaan
9.      Kemampuan Manajemen 
BAB 7
Peranan Pemasaran Dan Bentuk-Bentuk kegiatannya
Aspek Pemasaran
Aspek ini dapat diterapkan baik pada pemasaran dalam negeri maupun luar negeri. Sekali lagi aspek dan segi-segi yang ada perlu direncanakan atau deprogram secara matang dan diberi wadah pelaksanaannya, diberi arah dan dikoordinasikan serta diawasi pelaksanaannya.
Konsep-Konsep Pemasaran
Langkah-Langkah yang diperlukan untuk mengaplikasikan konsepsi pemasaran :
1.      Menggali informasi mengenai pasar, potensial maupun actual.
2.      Merancang da mengembangkan program pemasaran
3.      Mengevaluasi melalui proses penggalian informasi mengenai erektivitas program-program pemasaran perusahaan.
Di dalam khasanah pemasaran terdapat lima konsep yang mendasari aktivitas pemasaran perusahaan :
1.      Konsep produk
2.      Konsep produksi
3.      Konsep penjualan
4.      Konsep pemasaran
5.      Konsep pemasaran sosial
Produk
Pengembangan produk baru oleh karena perubahan cita rasa, teknologi serta persaingan. Perusahaan harus mencari produk baru dengan berbagai cara :
1.      Melalui pembelian perusahaan lain
2.      Melalui pembelian hak paten
3.      Pembelian lisensi memproduksi produk perusahaan lain
4.      Melalui penelitian dan pengembangan produk baru.
Produk pada umumnya mempunyai kecenderungan untuk melalui lima tahapan :
1.      Tahap pembangunan peroduk
·         Harga sangat mahal
·         Belum ada pendapatan penjualan
·         Mengalami kerugian
2.      Tahap pengenalan pasar
·         Biaya sangat tinggi
·         Harga Mahal
·         Volume penjualanan kecil
·         Mengalami Kerugian
3.      Tahap pertumbuhan
·         Biaya mengalami penurunan seiring naiknya volume produksi
·         Volume penjualan mengalami peningkatan siggnifikan
·         Memperoleh keuntungan
·         Penyesuaian harga puncak pencapaian keuntungan
4.      Tahap matang
·         Biaya sangat rendah
·         Volume penjualan mencapai titik optimal
·         Mengalami penurunan harga seiring pertumbuhan jumlah pesaing
·         Mengalami titik puncak pencapaian keuntungan  

5.      Tahap deklinasi
·         Volume penjualan mengalami penurunan
·         Popularitas produk menurun
Manajemen Siklus
Marketer seringkali menerapkan strategi marketing mix yang di modifikasikan sesuai tahapan siklus yaitu :
·         Iklan
·         Dana promosi
·         Kebijakan harga dan distribusi
·         Campuran produk (produk mix)
·         Garis produk ( product line)
·         Jenis produk
·         Merek produk
·         Pembungkusan atau pengemasan
·         Pelayanan konsumen
·         Segi harga
·         Menentukan harga
·         Perubahab dan reaksi harga
            Pada hakekatnya permainan harga perlu memperhatikan elastisitas permintaan :
1.      Elastisitas sama dengan 1
2.      Elastisitas lebih besar dari 1
3.      Elastisitas lebih kecil dari 1
4.      Harga garis atau kumpulan produk
·         Segi saluran distribusi
Saluran distribusi berfungsi sebagai ;
1.      Penyempurnaan transaksi, yaitu :
a.       Penelitian
b.      Promosi
c.       Hubungan
d.      Mempertemukan
e.       Pembicaraan
2.      Memperlancar transaksi, yaitu :
a.       Distribusi fisik
b.      Pembelanjaan
c.       Mengambil resiko 
  Dalam hal desain, perlu terlebih dahulu didefinisikan :
a.       Jenis perantara
1.      Para penjual perusahaan
2.      Agen
3.      Distributor industri
b.      Banyaknya perantara, yaitu :
1.      Distribusi intensif
2.      Distribusi eksklusif
3.      Distribusi selektif  
BAB 8
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevalusi keseluruhan sumber daya manusia yang di perlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.
Tanggungjawab manajer SDM ( baik dalam perusahaan maupun pemerintah):
1.      Mengadakan Rekrutmen
2.      Melakukan Training
3.      Emfasilitasi dan mengelola
4.      Kebutuhan karyawa
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen Sumber Daya Manusia secara fungsional memiliki beberapa fungsi  yaitu :
1.      Fungsi perencanaan (Human Resource Planning)
2.       Fungsi Pengadaan (Personnel Procurement)
3.      Fungsi Pengembangan (Personnel Development)
4.      Fungsi Pemeliharaan (Personnel Maintenance)
5.      Fungsi Penggunaan (Personnel Utilization)
Perencanaan SDM
Perencanaan sumber daya manusia adalah perencanaan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Pada tahap ini ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu :
1.      Analisis Jabatan (Job Analysis)
2.      Deskripsi kerja (Job Description)
3.      Spesifikasi kerja ( Job Specification)
Pengadaan SDM
Pengadaan (procurement) merupakan fungsi operasional yang utama dari manajemen sumber daya manusia. Pengadaan tenaga kerja merupakan masalah yang penting, sulit, dan kompleks karena untuk mendapatkan dan menempatkan orang-orang yang kompeten, serasi serta efektif tidaklah semudah membeli dan menempatkan mesin.
Rekrutmen
Rekrutmen merupakan upaya perusahaan  untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan tenaga kerja.
Sumber Perekrutan
1.      Sumber Internal
Beberapa kebaikan rekrutmen dengan sumber internal adalah :
a.       Meningkatkan moral dan disiplin karyawan
b.      Loyalitas karywan semakin tinggi
c.       Biaya perekrutan relatif singkat
d.      Kesetabilan karyawan semakin baik
Kelemahan-kelemahan sumber internal :
a.       Kewibawaan karyawan yang dipromosikan itu kurang
b.      Kurang membuka kesempatan sistem kerja baru dalam perusahaan.
2.      Sumber Eksternal
Beberapa kebaikan dari proses ini adalah :
a.       Kewibawaan pejabat relative baik
b.      Kemungkinan membawa sistem kerja baru yang lebih baik
Beberapa kelemahan dari proses ini adalah :
a.       Prestasi karyawan lama cenderung turun, karena tidakada seleksi.
b.      Biaya perekrutan besar, karena iklan dan seleksi.
c.       Waktu perekrutan relative lama.
d.      Orientasi dan induksi harus di lakukan.
e.       Turnover cenderung akan meningkat.
f.       Prilaku dan loyalitasnya belum diketahui.
3.      Metode-metode Perekturan
Metode perekturan calon karyawan baru dibagi atas :
1.      Metode Tertutup
2.      Metode Terbuka
Jenis Rekrutmen
a.       Rekrutmen Internal
b.      Rekrutmen Eksternal
Seleksi
Seleksi adalah usaha pertama yang harus dilakukan perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang memenuhi kualifikasi yang diharapkan.
Ada dua cara yang dilakukan dalam proses seleksi, yaitu:
1.      Non-ilmiah
2.      Ilmiah  
Kualifikasi Seleksi
Kualifikasi seleksi meliputi :
1.      Umur
2.      Keahlian
3.      Kesehatan fisik
4.      Pendidikan
5.      Jenis kelamin
6.      Penampilan
7.      Bakat
8.      Tempramen
9.      Karakter
10.  Pengalaman kerja
11.  Kemampuan kerja sama
12.  Kejujuran
13.  Kedisiplinan
14.  Inisiatif dan kreatif
Langkah-langkah seleksi
1.      Seleksi surat-surat lamaran
2.      Pengisian blanko lamaran
3.      Pemeriksaan referensi
4.      Wawancara pendahuluan
5.      Test penerimaan
6.      Test psikologi
Pengembangan SDM
Pengembangan sumber daya manusia mencakup program pelatihan dan pengembangan.
Beberapa metode yang dapat digunakan dalam program pelatihan. Metode pelatihan yang paling terkenal dan banyak digunakan, antara lain:
1.      Metode on the job training
2.      Metode off the job training
Pengembangan Karyawan
Proses pengembangan terdiri atas:
a.       Tindakan memutuskan kompetensi
b.      Keterampilan atau pengetahuan yang perlu dikembangkan
c.       Bagaimana mencapainya
Beberapa metode dapat digunakan dalam program pengembangan. Metode pengembangan yang paling terkenal dan banyak digunakan, antara lain :
1.      Metode understudy
2.      Metode job rotasi dan kemajuan berencana
3.      Metode coaching-counseling
Pemeriliharaan SDM
Pemeliharan SDM mencakup:
1.       Program  kompensasi,  
2.       Pengintregasian ,
3.      Program motivasi,
4.      Kepemimpinan.
Kompensasi
Kompensasi adalah penghargaan yang diberikan perusahaan sebagai bahasan atas prestasi kerja yang diberikan oleh tenaga kerja.
Jenis-jenis kompensasi
Bentuk kompensasi berhubungan dengan pembayaran keuangan langsung seperti:
a.       Gaji pokok
b.      Gaji variable
Pembayaran tidak langsung seperti : Tunjangan
Pentingnya Pengintegrasian
Pengintegrasiann (integration) merupakan fungsi operasional manajemen sumber daya manusia yang terpenting, sulit dan kompleks untuk merealisasikannya.
Tujuan dan Prinsip Pengintegrasian
 Tujuan pengintegrasian adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjangnya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan.
Prinsip pengintegrasian adalah menciptakan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan
Metode-metode pengintgrasian yang kita kenal adalah sebagai berikut :
1.      Hubungan antar manusia (Human Relation)
2.      Motivasi (Motivation)
3.      Kepemimpinan (Lendership)
Diantranya adalah sebagai berikut :
1.      Kepemimpinan Otoriter
2.      Kepemimpinan Partisipatif
3.      Kepemimpinan Delegatif
4.  Kesepakatan Kerja Sama
5. Collective Bargaining    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar